Logo Krocok
PEMDES KROCOK
Kec. Japah Kab. Blora
Beranda Profil Desa Pemerintah Desa Berita & Kabar Peta Interaktif Produk Hukum Informasi Publik Lapak Desa Pengaduan Warga Pembangunan IDM & APBDes Kontak
Pemerintahan Minggu, 16 Agustus 2026 Dibaca 27 kali

Menko Zulhas Minta SPPG Utamakan Pangan dari Desa untuk Program MBG

Penulis: Administrator Desa
Menko Zulhas Minta SPPG Utamakan Pangan dari Desa untuk Program MBG

BLORA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengutamakan bahan pangan dari desa untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Zulhas saat meninjau budidaya ikan tematik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan di Sendang Bangeran, Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Jumat (31/7/2026).

"SPPG harus membeli dari Koperasi Desa Merah Putih, koperasi nelayan, BUMDes, atau usaha yang ada di desa. Tidak boleh semuanya dibeli dari distributor besar," kata Zulhas.

Menurutnya, jika desa memiliki lele, telur, ayam, sayuran, buah, atau beras, hasil produksi tersebut harus diprioritaskan untuk kebutuhan SPPG. Kebijakan ini dinilai dapat membuat manfaat ekonomi MBG dirasakan langsung masyarakat desa.

"Kalau di desa ada ikan lele, ambil lele dari desa. Kalau ada telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan beras, ambil dari desa. Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh," ujarnya.

Zulhas juga mengingatkan SPPG yang mengabaikan potensi pangan lokal dapat dikenai evaluasi hingga sanksi.

"Kalau tidak mengambil dari desa, kita ingatkan. Dua kali, tiga kali. Empat kali, tutup SPPG-nya," tegasnya.

Contoh dari Kamolan

Konsep tersebut diterapkan di Kamolan melalui budidaya lele menggunakan 24 kolam bioflok bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam kunjungan tersebut dilakukan tebar benih dan panen lele. Hasil panen dipasok ke empat SPPG dengan harga sekitar Rp25 ribu per kilogram. Pesanan setiap SPPG berkisar 150-300 kilogram.

Zulhas menyebut pola tersebut sebagai close loop economy, yakni produksi masyarakat desa langsung terhubung dengan pasar melalui kebutuhan MBG.

"Lele dari desa masuk ke SPPG. Nanti telur, ayam, sayuran dan beras juga dari desa. Uangnya berputar di desa," katanya.

Dia berharap desa meningkatkan produksi pangan karena kebutuhan MBG akan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah SPPG.

Jaringan Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan dapat saling memasok. Desa yang memiliki kelebihan produksi bisa memenuhi kebutuhan daerah lain sehingga terbentuk rantai pasok pangan berbasis desa.

Bupati Blora Arief Rohman mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya, Kamolan menjadi contoh bahwa program ketahanan pangan dapat langsung terhubung dengan kebutuhan MBG.

"Yang tumbuh bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desanya," ujar Arief.

Selain Kamolan, bantuan bioflok juga diberikan kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Kunden, Koperasi Desa Merah Putih Kentong dan Koperasi Desa Merah Putih Sambongrejo. Masing-masing mendapat 24 kolam, sehingga total terdapat 96 kolam bioflok di Kabupaten Blora.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini serta jajaran Forkopimda dan OPD Blora.